Sunday, 9 October 2016

Nama   : Vidya Octaverina
NPM    : E1I015026
Kelas    : A
Prodi    : Ilmu Kelautan
Dosen   : Yar Johan, S. Pi. M. Si.

KUIS PENGANTAR OSEANOGRAFI KE - 4

1. Pengertian pasang surut ?
    Pasang surut laut merupakan suatu fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan.

2. Alat Pengukur Pasut yaitu
  1. Tide Staff. Papan dalam skala meter atau centi meter yang biasanya digunakan pada pengukuran pasang surut di lapangan.
  2. Tide Gauge. Sebuah alat/perangkat untuk mengukur perubahan permukaan laut secara mekanik dan otomatis dengan menggunakan sensor.  Tide gauge juga memiliki dua jenis yakni Floating Tide Gauge dan Pressure Tide Gauge.
  3. SatelitSistem yang menggunakan pemancar (transmiter), penerima pulsa radar yang sensitif (receiver), serta perhitungan waktu yang berakurasi tinggi.
3. Jenis - jenis pasang surut
Pasang Surut yang terjadi di bumi ada tiga jenis yaitu:
  1. Pasang Surut Atmosfer (Atmospheric Tide)
  2. Pasang Surut Laut (Oceanic Tide)
  3. Pasang Surut Bumi Padat (Tide of the Solid Earth).
TIPE PASANG SURUT
Perairan laut memberikan respon yang berbeda terhadap gaya pembangkit pasang surut, sehingga terjadi tipe pasang surut yang berlainan di sepanjang pesisir. Terdapat tiga tipe pasang surut yang dapat diketahui, yaitu:
  1. Pasang Surut Diurnal, yang terjadi bila dalam sehari terjadi satu satu kali pasang dan satu kali surut dan biasa terjadi di laut sekitar khatulistiwa.
  2. Pasang Surut Semi Diurnal,  yakni bila dalam sehari terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang hampir sama tingginya.
  3. Pasang Surut Campuran, yang adalah gabungan dari Diurnal dan Semi Diurnal, bila bulan melintasi khatulistiwa (deklinasi kecil), pasang surut menjadi Semi Diurnal, dan jika deklinasi bulan mendekati maksimum, terbentuklah pasang surut Diurnal.
Pasang Surut di Indonesia dibagi menjadi 4 yaitu :
  1. Pasang Surut Harian Tunggal (Diurnal Tide) merupakan pasang surut yang hanya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dalam satu hari, jenis ini terdapat di Selat Karimata.
  2. Pasang Surut Harian Ganda (Semi Diurnal Tide) merupakan pasang surut yang terjadi dua kali pasang dan dua kali surut yang tingginya hampir sama dalam satu hari, ini terjadi di Selat Malaka hingga Laut  Andaman.
  3. Pasang Surut Campuran Dominan Harian tunggal (Mixed Tide, Prevailing Diurnal) merupakan pasang surut yang tiap harinya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut tapi terkadang dengan dua kali pasang dan dua kali surut yang sangat berbeda dalam hal tinggi dan waktu, ini terdapat di Pantai Selatan Kalimantan dan Pantai Utara Jawa Barat.
  4. Pasang Surut Campuran Dominan Harian Ganda (Mixed Tide, Prevailing Semi Diurnal)m erupakan pasang surut yang terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dalam sehari tetapi terkadang terjadi satu kali pasang dan satu kali surut dengan memiliki tinggi dan waktu yang berbeda, ini terjadi di Pantai Selatan Jawa dan Indonesia Bagian Timur.
4. Faktor Penyebab PASUT
Berdasarkan teori kesetimbangan :
  1. Rotasi bumi pada sumbunya.
  2. Revolusi bulan terhadap matahari.
  3. Revolusi bumi terhadap matahari.
Berdasarkan teori dinamis :
  1. kedalaman dan luas perairan, 
  2. Pengaruh rotasi bumi (gaya coriolis), dan 
  3. Gesekan dasar.
Selain faktor-faktor diatas terdapat juga faktor lokal yang dapat berpengaruh disuatu perairan santara lain:
  1. Topogafi dasar laut.
  2. Lebar selat.
  3. Bentuk teluk dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA


http://bukukita1.blogspot.com/2012/12/pengertian-pasang-surut-air-laut.html
http://materi-perkapalan.blogspot.com/2015/10/pasang-surut-air-laut.html.

#IlmuKelautan#UniversitasBengkulu#IKLUNIB

No comments:

Post a Comment